Sidang Suap Bea Cukai: Terdakwa Akui Pelanggan Lari Karena Dwelling Time 7 Hari Akibat Jalur Merah

POSBUMI.NET, JAKARTA|- Fakta baru terungkap di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Dedy Kurniawan Sukolo ,  Manajer Operasional Blue Ray Cargo, terdakwa perkara suap Bea Cukai, membongkar dampak kebijakan jalur merah yang mencekik operasional perusahaan. Perkara No. 19/Pid.Sus-TPK/2026/PN / Jkt.Pst disidang Hakim Brelly Yuniar Dien dengan JPU M. Takdir, Jumat 12/6/2026.

‎*95% Jalur Merah, Itu Tidak Wajar
‎Dedy mengaku peningkatan jalur merah sudah terasa sejak awal 2025, tapi lonjakan signifikan terjadi Juni 2025.

‎”Sejak 2025 awal itu memang sudah ada peningkatan soal jalur merah, soal penumpukan di pelabuhan, barang yang harus dicek fisik, itu memang sudah bertambah. Tapi yang signifikan itu di Juni,” ujarnya.

‎Normalnya importir umum jalur merah maksimal 70%. Tapi Blue Ray Cargo disebut tembus 95% . Akibatnya kontainer menumpuk di Tanjung Priok hingga 9.000 unit lebih.

‎”Kalau seharusnya, kalau di Juni itu 9.000 lebih ini, ini sudah enggak wajar,” tegas Dedy.

‎Semua Divisi Stres, Pelanggan Kabur. Dampaknya langsung ke internal perusahaan.
‎”Banyak, Bu. Ya, semuanya dalam posisi stres yang tinggi. Termasuk saya, termasuk rekan saya Andre, termasuk semuanya dari semua divisi itu pasti tingkat stresnya tinggi.”ungkapnya.

‎Pelanggan pun lari ke perusahaan lain karena proses customs clearance lambat.
‎”Ya, banyak, Bu.”
‎”Keluar, Bu,” jawab Dedy saat ditanya apakah barang pelanggan yang pindah akhirnya bisa keluar pelabuhan.

‎Rule Set 70% Dinilai Tak Masuk Akal

‎Dedy menyorot kebijakan rule set yang menarget Blue Ray Cargo jalur merah minimal 70%. Padahal pelanggaran di lapangan kecil.
‎”Kalau berdasarkan data kerja saya, pelanggaran itu jangankan 50 persen, 5 persen aja enggak nyampai.”terang nya .

‎Pelanggaran yang ada pun hanya administratif:
‎”Contoh kasus misalnya jumlah di kemasan bilang ada 100, tahu-tahu ditemukan 102.”sebutnya .

‎Ia menilai pemeriksaan fisik masif tidak perlu karena jalur hijau sekarang sudah pakai hi-co scan.
‎”Kalau jalur hijau itu hanya diperiksa dokumen, tapi saat ini sudah dilakukan pemeriksaan dengan alat hi-co scan. Satu kontainer sekaligus. Jadi sebenarnya enggak perlu dimerahkan sampai semasif ini.”ujar nya .

‎Dweling Time Ideal di Bawah 7 Hari
‎Saat ditanya batas waktu agar perusahaan tidak rugi, Dedy menyebut:
‎”Di bawah 7 hari.”

‎Kesimpulan keterangan Dedy: tingginya jalur merah sejak pertengahan 2025 bikin kontainer numpuk, kerjaan stres, pelanggan pindah, dan proses clearance melambat di sejumlah pelabuhan.(Rud)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *