POSBUMI.NET, KUPANG|– Aktivis pemuda mahasiswa dan penggiat sosial yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Penalaran dan Keilmuan Ikatan Pelajar Mahasiswa Asal Sumba Timur (IPMASTIM) Kupang, Sandiang Kaya Ndapa Namung, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang dialami oleh Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Sandiang menilai tindakan kekerasan tersebut merupakan bentuk intimidasi serius terhadap para pejuang hak asasi manusia yang selama ini konsisten menyuarakan keadilan serta membela korban kekerasan. Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya melukai korban secara fisik, tetapi juga menjadi ancaman bagi ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi di Indonesia.
“Peristiwa ini adalah tindakan keji yang tidak bisa ditoleransi. Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan bentuk teror terhadap para aktivis yang selama ini memperjuangkan keadilan dan hak-hak korban pelanggaran HAM,” tegas Sandiang kepada media, Minggu (15/3).
Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional. Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin keamanan setiap warga negara, termasuk para aktivis yang memperjuangkan kepentingan publik.
“Polisi harus bergerak cepat mengungkap pelaku dan motif di balik tindakan ini. Jangan sampai kasus kekerasan terhadap aktivis kembali dibiarkan tanpa kejelasan hukum,” ujarnya.
Selain itu, Sandiang mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa, untuk tetap menjaga solidaritas serta terus mengawal penegakan hukum agar kasus tersebut tidak berhenti di tengah jalan.
Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis tidak boleh menjadi alat untuk membungkam kritik dan perjuangan terhadap ketidakadilan.
“Demokrasi harus dijaga bersama. Kekerasan tidak boleh menjadi cara untuk membungkam suara kebenaran,” tutupnya.








